Sendal

Sebelum diriku nulis soal sendal diriku mau tanyak dulu, dirimu punya sendal kan? itu lo alas kaki (wah hebat ya kaki punya alas hahaha… :lol: ) dari karet yang makeknya diselipkan ndek tengah-tengah antara jempol kaki ama telunjuk kaki, punya kan? la oke kalo punya sekarang diri kita bahas yang namanya sendal itu.

Sendal yang notabenen (alah bener pora ki) adalah alat untuk mengalasi kaki biar gak kotor itu punya filosofi yang sangat hebat lo sodara-sodara, jangan salah sendal itu adalah simbol kesetiaan lo… gak percaya? oke mari diri kita perdalam lagi pembahasannya (wes… malah mulek hahaha).

Sendal itu punya filosofi dalam basa jawa yaitu ‘senengane ora tau ninggal’ yang bisa diriku artikan dalam basa Indonesia yang tidak baik dan tidak benar adalah ‘sukanya tidak pernah ninggal’, gak percaya? oke kalo gitu diriku mau tanya pada dirimu, apa pernah dirimu lihat sendal itu diletakkan sendiri-sendiri alias nggak berpasang-pasangan? lalu apakah dirimu pernah pakek sendal cuman satu kanan ato kiri saja? lalu apakah dirimu juga pernah beli sendal cuman dikasih satu saja? apakah dirimu pernah pakek sendal sepasang yang kanan semua atau yang kiri semua? apakah dirimu pernah pakek sendal yang gak pasangannya (faktor lupa gak dihitung lo ya)? jawabanya pasti tidak kan?

Ya begitulah, kesetiaan sebuah sendal itu, dari awal beli sampek lungset sampek ra nggenah sampek jebat-jebat sendal itu pasti akan setia dengan pasangannya, kalau yang satu rusak atau hilang pasti gak bakalan dipakek, ya kan?

Ya gitulah harusnya seorang pasangan harusnya punya jiwa sendal dan cintanya harus cinta sendal jangan cinta monyet, diutamakan pasangan suami istri bukan yang masih pacar-pacaran lo… (nglirek seng apek rabi), pasangan harus setia dari awal nikah sampek tuwek, sampek matek. Gimana yang diriku katakan betul apa betul? :lol:

This entry was posted in Cerita and tagged , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Sendal

  1. Benlahmen says:

    aminnnnnnnn…..yang penting saling percaya dan ga saling tikam dari belakang :lol:

  2. mubaroki says:

    bener… bener… bener…
    brarti sepatu jg ngunu nuch…

  3. vicky says:

    hhehehehehe….. arep komen apa ya…

  4. ario saja says:

    manteb abis tausiyahnya, kita harus amil hikmah dari sebuah sendal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>