Setelah sekian lama nuggix menjadi gelandangan yang tidurnya di emperan parkir, Alhamdulillah ada seorang yang baik hati mempersilahkan dirinya tinggal di rumahnya yang megah itu. Rasa senang dan terharu pun berkenyamuk menghantui batinnya karena dia menemukan seorang yang baik hati, meski dijaman yang semakin gila ini yang kebanyakan hanya memikirkan diri sendiri dan banyak yang saling sikut teman untuk mendapatkan apa yang dirinya butuhkan saja.
Beliau dengan tanpa memandang siapa dia, dari mana asalnya, bagaimana dia kaya atau miskin, beliau menerimanya dengan sebaik-baiknya seperti saudaranya sendiri.
Memang didalam hatinya masih banyak rasa tidak enak karena dia merasa sangat tidak punya rasa terima kasih, sudah diberi tumpangan gratis tapi dia selalu merepoti beliau dengan meminta sesuatu, seperti kata orang jawa ‘wes dikei ati ngrogoh rempelo’, sudah dikasih enak minta yang lebih enak. Tapi meskipun demikian beliau tetap baik hati, beliau mau menuruti semua permintaannya. Aneh bukan? lawong tuan rumah kok nuruti tamu.
Meskipun demikian dia punya rasa tidak enak, oleh karena itu dia tetap saja mencari sebuah rumah, meski sederhana yang penting ‘rumah kita sendiri’. Agar tetap tidak selalu merepotkan orang lain terus-terusan.
Ya diapun hanya bisa berdoa kepada Tuhan semoga beliau diberi kelancaran rejeki, diampuni semua dosa-dosanya dan pokoknya lancar dunia akhirat.
amin..
Emang siapa sih orang yg baik hati banget itu?
Saya juga merasa seperti itu, tapi ndak bisa ngungkapkan secara halus seperti postingan ini…
Bingungnya lagi, ketika mau pindah ke rumah sendiri malah aras2en, karena sudah terlanjur krasan di rumah tumpangan…
@marsudiyanto
, gak bakalan diurak2 hahaha
walah… sebenernya kalau gak karena yang ngurus kelabakan mbayar shared hostingnya aku bakalan betah disana, meski rumahnya alit ya disyukuri
Pingback: Hello Word Again and Again | Bagi bagi link - NugGix (Beta)
Pingback: Hallooo world again again agaian dan again lagi | NugGix